TUGAS 2.2.A.8. KONEKSI ANTAR MATERI - MODUL 2.2.

PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Oleh; Esmawati Siagian

CGP Angkatan 5 DKI Jakarta

 

REFLEKSI DIRI

Ø  Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa kompetensi sosial dan emosional itu tidak terlalu penting karena saya beranggapan bahwa kompetensi sosial emosional anak akan terbentuk seiring usia dan pertumbuhannya.

Setelah mempelajari modul ini, saya memahami bahwa ternyata kompetensi sosial dan emosional sangat penting diterapkan melalui pemebalajarn eksplisit dan terintegrasi dalam kegiatan akademik maupun budaya sekolah.

 

Ø  Tiga hal penting yang saya pelajari dalam modul ini adalah;

  1. Kompetensi sosial emosional yang harus dimiliki oleh seseorang yaitu kesadaran diri, manajemen diri, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, keterampilan hubungan, kesadaran sosial.
  2. Mindfulness (Kesadraan Penuh) diartikan sebagai kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja/sadar pada kondisi saat sekarang. Mindfullness memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menikmati setiap momen dan memberikan rasa ketenangan, terlepas dari kenyataan bahwa kita hidup di lingkungan yang begitu padat. Sebagai seorang pendidik kita harus menyelesaiakan banyak sekali pekerjaan dan persoalan. Dengan tumpukan tugas berat ini kita sangat perlu menyisihkan waktu untuk perhatian pada apa yang kita kerjakan. Ketika kita dalam kondisi berkesadaran penuh, kita akan fokus belajar dan mengingat, mengurangi stress, dan memunculkan perasaan tenang dan stabil. Kesadaran penuh dapat dilatih dan ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan.  Selain itu bisa dengan latihan berkesadaran penuh. Latihan berkesadaran penuh (mindfulness) dapat bermanfaat dapat mengurangi ukuran amigdala dan mengurangi kadar hormon stres dan memperkuat koneksi ke otak depan (lobus frontal). Ini memungkinkan kita untuk hidup dengan sedikit stres dan lebih bnyak kebahagiaan. 
  3. Pembelajaran Sosial-Emosional berbasis kesadaran penuh dapat mewujudkan kondisi dimana individu memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain, dapat membuat keputusan dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat memenuhi kebutuhan dirinya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik, memiliki tujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih bermakna, serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya (well-being).

 

Ø  Perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah adalah;

§  Bagi murid-murid:

Dalam Kegiatan Pembelajaran

Menerapkan pembelajaran sosial emosional di kelas dengan berbagai teknik pembelajaran. Salah satunya latihan bernafas dengan kesadaran penuh (Mindfulness Breathing) dengan teknik STOP sebagai Ice Breaking saat pembelajaran. Dengan latihan ini diharapkan murid menjadi lebih fokus pada pembelajaran, mengurangi tingkat stres dan kepenatan atas materi yang didapat, dan lebih menyenangkan.

Diluar KBM

Menerapkan budaya 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun) setiap pagi setelah anak masuk lingkungan sekolah.

§  Bagi rekan sejawat;

1)    Memodelkan (menjadi teladan); mengajak rekan pendidik dan tenaga kependidikan dalam memodelkan kompetensi sosial emosional dalam tugas, menciptakan budaya mengapresiasi, serta menunjukkan kepedulian.

2)    Belajar; pendidik dan tenaga kependidikan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional dengan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional pribadi, berkolaborasi di tempat kerja, mengembangkan budaya positif, serta mengagendakan sesi berbagai praktik baik.

3)    Berkolaborasi tentang cara mengasah strategi untuk mempromosikan KSE di seluruh sekolahdengan membuat kesepakatan bersama-sama, membuat komunitas belajar, serta mengintegrasikan kompetensi sosial emosional dalam pelaksanaan rapat guru

 

PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Definisi Pembelajaran Sosial dan Emosional

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional agar dapat

  1. Memahami, menghayati, dan  mengelola emosi  (kesadaran diri)
  2. Menetapkan dan mencapai tujuan positif  (pengelolaan diri)
  3. Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
  4. Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi)
  5. Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)

Kerangka sistematis dan kolaboratif pembelajaran kompetensi sosial dan emosional CASEL:

1.    Penciptaan lingkungan belajar yang tepat serta terkoordinasi untuk meningkatkan pembelajaran akademik, sosial, dan emosional semua murid

2.    Kemitraan/kerjasama sekolah-keluarga-komunitas untuk membentuk lingkungan belajar dan pengalaman yang bercirikan hubungan/relasi yang saling mempercayai dan berkolaborasi

3.    Kurikulum dan pembelajaran yang jelas dan bermakna, dan evaluasi secara berkala.

 

 

 

Lima Kompetensi Sosial Emosional

1.    Kesadaran Diri; kemampuan untuk mengenali diri secara akurat mengenai emosi, pikiran dan nilai atau value diri. Seseorang yang memiliki kesadaran tinggi yang tinggi mampu mengenali keterkaitan antara perasaan, tindakan dan pikiran yang dilakukan.

2.    Manajemen Diri; kemampuan untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku di berbagai situasi. Kemampuan ini juga berkaitan dengan penanganan stress, mengontrol hasrat, bertahan menghadapi tantangan untuk mencapai tujuan.

3.    Kesadaran Sosial; kemampuan untuk bisa berempati dengan orang lain dan mengambil perspektif dari berbagai sudut pandang. Kemampuan ini berkaitan erat dengan norma dan etika berperilaku terutama di kelompok misalnya di masyarakat.

4.    Keteramapilan Relasi; kemampuan seseorang untuk membangun dan memelihara suatu hubungan yang sehat antar individu dan kelompok. Kemampuan berelasi ini berkaitan erat dengan kemampuan berkomunikasi seseorang.

5.    Pengambilan Keputusan Yang Bertanggungjawab; kemampuan dalam membuat pilihan konstruktif yang benar dan cara bertindak sesuai etis, norma sosial dan keselamatan.

Pembelajaran sosial emosional menggunakan pendekatan kesadaran penuh (mindfullness). Melalui kesadaran penuh akan muncul perasaan senang, stress berkurang, pikiran menjadi jernih dan fokus, serta menjadi semangat belajar dengan melakukan teknik STOP

S; Stop (berhenti sejenak)

T; Take a breath (ambil nafas dalam)

O; Observe (amati sensasi pada tubuh, perasaan, pikiran, dan lingkungan)

P; Proceed (selesai dan lanjutkan)

Penerapan pembelajaran sosial emosional dengan berbagai teknik pembelajaran kompetensi sosial emosional ini sangat penting karena pembelajaran sosial dan emosional bertujuan untuk:

§  memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi

§  menetapkan dan mencapai tujuan positif

§  merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain

§  membangun dan mempertahankan hubungan yang positif serta

§  membuat keputusan yang bertanggung jawab. 

Pembelajaran sosial dan emosional dapat diberikan dalam tiga ruang lingkup: 

1)    Kegiatan rutin:  melakukan kegiatan di luar waktu belajar akademik. Misalnya, kegiatan membaca bersama, ekskul, perayaan hari besar, acara sekolah, apel pagi, kerja bakti, senam pagi bersama, seminar/pelatihan

2)    Terintegrasi dalam pembelajaran: sebagai strategi pembelajaran dalam kurikulum. Misalnya, melakukan refleksi setelah menyelesaikan sebuah topik pembelajaran, membuat diskusi kasus atau kerja kelompok untuk memecahkan masalah, dll.

3)    Protokol: budaya atau aturan sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan secara mandiri murid menerapkannya atau sebagai kebijakan sekolah untuk merespon situasi atau kejadian tertentu. Misalnya, menerapkan budaya 5 S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun), menjaga ketenangan di ruang perpustakan, berdoa di mushola sekolah dengan khidmat, dll.

 

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2 DENGAN MODUL- MODUL SEBELUMNYA PADA PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

Keterkaitan filosofi KHD dengan pembelajaran sosial emosional

Guru dapat menuntun murid mencapai keselamatan dan kebahagiaan jika mereka memiliki kesadarn diri dengan mengelola emosi dengan baik, sehingga mereka mampu berempati, berinteraksi dengan baik serta membuat keputusan yang bertanggungjawab

Keterkaitan Nilai Dan Peran Guru Penggerak Dengan Pembelajaran Sosial Emosional

Nilai dan peran yang dimiliki guru penggerak akan mewujudkan pembelajaran sosial emosional yang menciptakan well being dalam ekosistem pendidikan di sekolah sehingga tercipta kondisi nyaman, sehat, dan bahagia baik bagi murid maupun warga sekolah.

Keterkaitan Visi Guru Penggerak Dengan Pembelajatan Sosial Emosional

Melalui pembelajaran sosial emosional, guru dapat mewujudkan visi yang diharapkan yakni murid yang unggul, tangguh, dan berkarakter profil pelajar pancasila

Keterkaitan Budaya Positif Dengan Pembelajaran Sosial Emosional

Melalui pembelajaran sosial emosional, guru dan murid dapat memahami dan mengenali emosi masing-masing yang sedang dirasakan sehingga mampu mengontrol diri dan dapat menerapkan budaya positif sesuai kesadaran diri dan manajemen diri.

Keterkaitan Pembelajaran Berdiferensiasi Dengan Pembelajaran Sosial Emosional

Dengan pemebelajaran sosial emosional, guru dapat melakukan identifikasi emosional dan karakter murid untuk dasar pemenuhan kebutuhan belajar murid berdasarkan konten, proses maupun produk yang dapat disesuaikan dengan minat, kesiapan serta profil belajar murid.

 

Sumber referensi;

LMS CGP Angkatan 5, materi modul 2.2. Kompetensi Sosial Emosional

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NEGARA JEPANG